Batu Kehidupan : Batu besar dan batu kecil
Dalam perjalanan hidupnya, remaja ini sering dihadapi banyak pilihan akan batu yang ditemuinya. Kadang dia bisa menahan diri untuk tidak mengambilnya, namun sering kali dirinya tidak kuasa untuk mengambil dan menempatkannya ke dalam keranjang miliknya.
Satu batu tidaklah berat, namun jika terlalu banyak maka harus dipikul. Kenyataannya, banyaknya muatan akan sebanding dengan berapa banyak ruangan kosong dalam keranjang. Semakin kosong keranjang, makin banyak pula batu yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Begitulah yang dipikirkan oleh remaja itu.
Hingga pada pagi harinya, saat dirinya baru selesai menaruh beberapa batu di dalam keranjangnya, yang selalu dibawa seperti ransel, batu terakhir yang ada di tangannya tidak dapat dimasukkan. Setiap kali ditaruh di dalam keranjang, maka batu itu terlempar keluar saat dirinya baru melangkah beberapa kaki. Kali ini, ada apa gerangan?
Satu batu tidaklah berat, namun jika terlalu banyak maka harus dipikul. Kenyataannya, banyaknya muatan akan sebanding dengan berapa banyak ruangan kosong dalam keranjang. Semakin kosong keranjang, makin banyak pula batu yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Begitulah yang dipikirkan oleh remaja itu.
Hingga pada pagi harinya, saat dirinya baru selesai menaruh beberapa batu di dalam keranjangnya, yang selalu dibawa seperti ransel, batu terakhir yang ada di tangannya tidak dapat dimasukkan. Setiap kali ditaruh di dalam keranjang, maka batu itu terlempar keluar saat dirinya baru melangkah beberapa kaki. Kali ini, ada apa gerangan?
Pohon Bintaro, berbahayakah bagi kita ?
Penulis sering terkagum dengan keindahan bumi pertiwi di tanah air, dengan keberagaman hayati melebihi kawasan lain, tidaklah sulit untuk melihat pemandangan hijau di sekitar lingkungan kita. Terutama di kompleks perumahan, biasanya akan tersuguh aneka ragam tanaman agar terkesan hijau dan asri.
Kali ini tanaman yang akan kita sorot adalah Pohon Bintaro. Pohon ini banyak dijumpai di sudut kota maupun dalam kompleks perumahan, bahkan mungkin ada di kompleks di sekitar lingkungan pembaca. Bintaro (nama latin : Cerbera Manghas) banyak ditanam karena pohon ini tahan banting, kuat dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi. Dengan kemampuan tersebut, tak jarang banyak orang (tidak terkecuali instansi pertamanan) menggunakannya untuk budi daya penghijauan maupun sekedar menjadikannya pohon teduh.
Buah pada pohon ini sering disebut sebagai "Buah Pengusir Tikus", seperti apakah tanaman ini?
Kali ini tanaman yang akan kita sorot adalah Pohon Bintaro. Pohon ini banyak dijumpai di sudut kota maupun dalam kompleks perumahan, bahkan mungkin ada di kompleks di sekitar lingkungan pembaca. Bintaro (nama latin : Cerbera Manghas) banyak ditanam karena pohon ini tahan banting, kuat dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi. Dengan kemampuan tersebut, tak jarang banyak orang (tidak terkecuali instansi pertamanan) menggunakannya untuk budi daya penghijauan maupun sekedar menjadikannya pohon teduh.
Buah pada pohon ini sering disebut sebagai "Buah Pengusir Tikus", seperti apakah tanaman ini?
Semangat baru di Tahun yang Baru!
Setelah serangkaian peristiwa yang kita alami di tahun 2014, kini kita menatap lembaran baru di tahun yang baru. Mari kita kumpulkan sisa semangat yang sudah dibakar di akhir tahun kemarin dan mulai kepalkan tangan kita, mengerjakan pekerjaan yang tertinggal di hari kemarin dengan penuh keyakinan dan totalitas!
Selamat menjalankan aktivitas di tahun 2015!
Penulis menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk keluarga penumpang Air Asia QZ8501. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang menghadang.
#PrayforAirAsia
Selamat menjalankan aktivitas di tahun 2015!
Penulis menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk keluarga penumpang Air Asia QZ8501. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang menghadang.
#PrayforAirAsia
Ular dan Tikus
Pembaca yang terhormat, pernah mendengar kisah tentang Ular dan tikus?
Kisah ini dimulai di wilayah pedesaan pada jaman dulu, saat semua orang masih bertani sebagai mata pencaharian utama. Beternak adalah hasil sampingan yang bisa dikerjakan mengingat luasnya lahan yang memisahkan satu rumah dengan yang lain. Ayam, domba dan sapi adalah ternak umum yang dapat kita jumpai saat itu.
Suasana damai selalu menyelimuti pedesaan itu, hingga suatu hari, pemilik salah satu rumah terbangun di malam hari untuk mengambil secangkir minuman di dapur. Pemilik rumah melihat beberapa barangnya jatuh berserakkan di lantai. "Pasti ulah tikus ini", ujar sang pemilik rumah. Keesokkan paginya, pemilik rumah memasang perangkap tikus di dalam rumah dengan harapan si tikus akan terjebak oleh iming-iming roti keju yang terpasang di perangkap.
Si tikus menyadari adanya ancaman di dalam rumah, bergegas memberi tahu ke semua teman-temannya.
Kisah ini dimulai di wilayah pedesaan pada jaman dulu, saat semua orang masih bertani sebagai mata pencaharian utama. Beternak adalah hasil sampingan yang bisa dikerjakan mengingat luasnya lahan yang memisahkan satu rumah dengan yang lain. Ayam, domba dan sapi adalah ternak umum yang dapat kita jumpai saat itu.
Suasana damai selalu menyelimuti pedesaan itu, hingga suatu hari, pemilik salah satu rumah terbangun di malam hari untuk mengambil secangkir minuman di dapur. Pemilik rumah melihat beberapa barangnya jatuh berserakkan di lantai. "Pasti ulah tikus ini", ujar sang pemilik rumah. Keesokkan paginya, pemilik rumah memasang perangkap tikus di dalam rumah dengan harapan si tikus akan terjebak oleh iming-iming roti keju yang terpasang di perangkap.
Si tikus menyadari adanya ancaman di dalam rumah, bergegas memberi tahu ke semua teman-temannya.
Perubahan : Butuh Waktu
Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas bahwa jika sikap kita berubah, maka sikap orang lain terhadap kita akan berubah.
Namun apakah semudah itu mengubahnya? Sedikit contoh yang ingin penulis berikan, dari era jaman telepon yang masih memiliki antena hingga sekarang muncul gadget (istilahnya di jaman modern ini) ada beberapa hal yang tidak dapat dipercepat.
Telur ayam butuh waktu 21 hari agar bisa menjadi anak ayam. Belum ditemukannya teknologi yang dapat mempercepat proses ini. Tentunya merupakan berita bagus bila kita bisa mempersingkat waktu eraman terhadap telur tersebut. Apa jadinya jika kita memaksakan telur tersebut keluar / pecah sebelum waktunya?
Namun apakah semudah itu mengubahnya? Sedikit contoh yang ingin penulis berikan, dari era jaman telepon yang masih memiliki antena hingga sekarang muncul gadget (istilahnya di jaman modern ini) ada beberapa hal yang tidak dapat dipercepat.
Telur ayam butuh waktu 21 hari agar bisa menjadi anak ayam. Belum ditemukannya teknologi yang dapat mempercepat proses ini. Tentunya merupakan berita bagus bila kita bisa mempersingkat waktu eraman terhadap telur tersebut. Apa jadinya jika kita memaksakan telur tersebut keluar / pecah sebelum waktunya?
Powered by Blogger.




