on Leave a Comment

Mengapa Takut Dikoreksi?

Ketika pertama kali kita mendengar kata "koreksi", biasanya kita sudah bisa membayangkan bahwa ada sesuatu yang akan diperbaiki. Banyak sekali kejadian dalam hidup yang menggunakan kata itu.

Dimulai dari sejak kita bersekolah. Anak-anak yang diberikan tugas, pada akhirnya harus diperiksa oleh bapak/ibu guru. Sering sekali jika jawaban dari suatu pertanyaan dalam tugas yang diberikan tidak memiliki jawaban yang tepat, biasanya si guru akan berkata "no sekian..jawabannya masih salah, tolong dikoreksi kembali". Walau pada akhirnya, jawaban yang benar akan diberikan di akhir hari di sesi dalam kelas itu.

Hal yang sama pun dialami ketika kita duduk dibangku perkuliahan. Bedanya dengan masa di bangku sekolah,  di kampus seorang dosen tidak akan memberikan jawaban terhadap pertanyaannya secara cuma cuma, dan biasanya mahasiswa harus mencari jawabannya terlebih dahulu (biasanya harus jungkir balik dulu) sebelum mendapatkannya langsung dari si dosen. Hal yang paling ditakuti oleh mahasiswa tentunya saat di persiapan ujian akhir, dimana perkataan "koreksi" yang muncul dari dosen pembimbing ataupun dosen penguji,   dapat menambah lama waktu berbakti mereka di kampus. Yang tadinya menginginkan lulus tepat waktu, jadinya harus ditambah 1 semester.

Hingga saat kerja pun, kata koreksi masih membuat bulu kuduk kita berdiri ketika kita maju ke depan meja bos untuk menyampaikan laporan. Ada apa dengan kata koreksi?
on Leave a Comment

Batu Kehidupan : Batu Besar Dan Batu Kecil (2)

Terjalnya perjalanan di hari itu sungguh membuat hari remaja itu penuh dengan daya juang. Bagaimana tidak? Dirinya harus mendaki dari lembah hingga ke puncak dengan membawa banyak peralatan di pundaknya. Hal ini tidak terelakkan harus dia lakukan. Oleh karena itu, dirinya sudah mempersiapkan jauh hari sebelumnya, sehingga dia tidak perlu takut untuk mulai mendaki.

Masih teringat di dalam benaknya, bagaimana persiapan yang harus dia lakukan di hari sebelumnya. Beban pikirannya terlalu berat untuknya jika dia tidak mulai membuat perhitungan yang cermat. Oleh karena itu, dipetakanlah bagaimana medan tempat dia akan mendaki. Sehari sebelumnya, dia sudah meninjau dan menulis beberapa catatan kecil mengenai "spot" batu besar dan beberapa area yang tidak boleh dilalui. Hal ini tentu berguna agar dirinya tidak terhambat maupun tersesat saat hendak menuju ke puncak. 
Batu Besar
on Leave a Comment

Waspada Pada Oknum Petugas Tol

Ramainya jalanan di ibukota memang sudah menjadi rutinitas sehari hari bagi orang jakarta. Jumlah kendaraan yang tiap tahun terus bertambah namun tidak diikuti oleh penambahan ruas jalan membuat kemacetan di sejumlah lokasi.

Kemacetan ini pun tidak terelakkan terjadi juga di ruas jalan TOL. Banyaknya kendaraan dan disertai dengan jumlah gardu yang kadang tidak "full" beroperasi semua, akan mengakibatkan terjadinya bottle neck saat pembayaran tol. Selepas itu jalanan akan kembali lancar sampai kemudian akan kembali macet jika sudah mendekati gardu tol. Parahnya kemacetan ini kadang ditambah dengan banyaknya kendaraan besar yang mengambil jalur di tengah ataupun mogok di bahu jalan. Lengkap sudah waktu yang seharusnya bisa dihabiskan dengan keluarga, malah kita habiskan di jalan.

on 1 comment

Bahaya Yang Mengintai Kita...

Memasuki musim yang curah hujannya sedikit sekali, sering membuat keringat menetes dari balik pakaian kita. Ya, mari kita sambut musim panas yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Bagi mereka yang sering menghabiskan waktu siangnya di dalam kantor, mungkin tidak akan merasakan panasnya di siang hari. Coba tanyakan saja ke orang rumah, bagaimana cara mereka melalui teriknya sinar matahari. Beberapa dari mereka harus menyiram bagian depan rumah ( old habit never dies) agar tidak terlalu panas, atau melakukan hal yang sederhana seperti menghidupkan AC dan berdiam di dalam kamar, aish sejuknya...

Hal yang tidak luput kita lakukan menghadapi panasnya cuaca adalah mandi. Biasanya setelah mandi, sesaat badan terasa segar, namun kemudian keringat pun bercucuran lagi. Kalau sudah begitu masa harus mandi lagi? Kalau yang sedang ada di lapangan tentunya tidak bisa mandi di sembarang tempat :)

Ada hal kecil yang bisa dilakukan, dan biasanya kita konsumsi apalagi di saat cuaca panas terik seperti ini. Wait, apakah tadi saya ada menyebut kata "konsumsi" ? Coba kita bayangkan segelas es sirup di depan hadapan kita. Rasa manisnya begitu dikenali oleh lidah kita, belum lagi dinginnya menghapus dahaga yang terjadi setelah seharian bekerja.

Pesan satu mbak, yang banyak esnya ya

on 2 comments

Sampah Yang Meresahkan

Kita tentunya mengerti bahwa sampah adalah produk sisa dari hasil aktivitas manusia. Umumnya sampah ini akan kita hindari keberadaannya, walaupun jelas bahwa kitalah konsumen yang menghasilkannya. Oleh karena kita yang menghasilkannya, maka kita pula yang harus bertanggung jawab dalam penyelesaian akhirnya, dimulai dari penyediaan tempat sampah, mekanisme untuk membedakan mana yang organik ataupun non organik serta pemanfaatan lebih lanjut (daur ulang).

Sampah sebagai limbah industri ini setiap harinya selalu ada. Oleh karena itu sangat penting sekali disediakan ruang ataupun wadah untuk menampungnya. Besaran wadah untuk menampungnya tidak boleh terlalu kecil, karena itu akan mengakibatkan sampah berserakan. Ketiadaan tempat sampah akan membuat sampah tergeletak begitu saja, yang nantinya akan memunculkan banyak pemandangan tidak enak untuk dilihat oleh mata, belum lagi bau yang tidak sedap dan pada kondisi hujan, sampah ini bisa menjadi faktor tersumbatnya aliran got yang akibatnya membuat jalanan tergenang banjir.

Hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah, sampah yang sudah berada di tempatnya saja, yaitu di dalam tempat sampah, tidak ingin kita dekati, bagaimana kalau sampah tersebut berserakan, bukankah begitu?


on 3 comments

Pesan Yang Lemaknya Sedikit, Beda Steak Tenderloin dan Sirloin ?

Saat berjalan ke mall, penulis sering sekali tergoda untuk mampir ke tempat makan, mungkin karena bertepatan dengan jam isi perut. Aneka ragam pilihan yang tersedia bagus untuk variasi daripada I2 (Itu Itu) saja. Ada makanan Jepang, Western , Chinese ataupun makanan nusantara. Ketika melewati sebuah tempat makan, penulis teringat akan kenangan saat makan di sana. Kenangan ini bukan berupa kekecewaan terhadap layanan ataupun kualitas makanannya, namun banyak orang yang sepertinya salah memilih salah satu diantara duo pilihan yang ada di depan menu mereka.

Pilihan menu ini sering ditanyakan oleh konsumen, karena walaupun bersumber dari satu anggota badan namun memiliki nama yang berbeda. Terkadang harga yang ditawarkan pun relatif sama. Maka semakin membuat konsumen untuk bertanya apa sih perbedaan di antara dua ini? Apa sih menu ini?

on Leave a Comment

Kegagalan Dalam Usaha Pertama Kali Itu..


Mencoba sesuatu yang baru adalah hal yang bagus. Apalagi jika hal yang baru tersebut dapat diaplikasikan pemanfaatannya bagi banyak orang. Mereka yang berada di zona nyaman tentu tidak akan memikirkan hal yang baru, dan sekalipun terpikir oleh mereka maka langkah konkret untuk mewujudkannya akan mendapat rintangan dari diri sendiri.

Akhir minggu ini penulis sedang mencoba hal yang baru. Walau sebenarnya aktivitas ini hanya selingan, daripada bengong lihat berita di media massa yang ada. Penulis mencoba untuk membuat sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain selain untuk dirnya sendiri. Hm... aktivitas seperti apa itu? Jawabannya adalah membuat dessert! Kedengarannya menarik bukan? Awalnya begitu, ternyata butuh perjuangan. Harap maklum, penulis sampai saat ini masih berpredikat juara di depan meja makan, belum terpikirkan oleh penulis untuk menjadi juara di belakang dapur.

on 3 comments

Mengenal Kopi Arabica dan Robusta

Kita semua sudah pasti mengenal tentang kopi. Kopi yang biasanya dikenal adalah Kopi jenis Arabica dan Robusta. Variant lainnya adalah jenis Luwak dan Liberika. Untuk kali ini, kita akan membahas dua jenis pertama, apa sih perbedaan diantara keduanya? Penulis awalnya tidak begitu memperhatikan apa jenis kopi yang disajikan, toh sama-sama kopi kan? Ternyata dua jenis kopi ini berbeda lho.


on Leave a Comment

Niat Baik atau Buruk


Powered by Blogger.