Kita tentunya mengerti bahwa sampah adalah produk sisa dari hasil aktivitas manusia. Umumnya sampah ini akan kita hindari keberadaannya, walaupun jelas bahwa kitalah konsumen yang menghasilkannya. Oleh karena kita yang menghasilkannya, maka kita pula yang harus bertanggung jawab dalam penyelesaian akhirnya, dimulai dari penyediaan tempat sampah, mekanisme untuk membedakan mana yang organik ataupun non organik serta pemanfaatan lebih lanjut (daur ulang).
Sampah sebagai limbah industri ini setiap harinya selalu ada. Oleh karena itu sangat penting sekali disediakan ruang ataupun wadah untuk menampungnya. Besaran wadah untuk menampungnya tidak boleh terlalu kecil, karena itu akan mengakibatkan sampah berserakan. Ketiadaan tempat sampah akan membuat sampah tergeletak begitu saja, yang nantinya akan memunculkan banyak pemandangan tidak enak untuk dilihat oleh mata, belum lagi bau yang tidak sedap dan pada kondisi hujan, sampah ini bisa menjadi faktor tersumbatnya aliran got yang akibatnya membuat jalanan tergenang banjir.
Hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah, sampah yang sudah berada di tempatnya saja, yaitu di dalam tempat sampah, tidak ingin kita dekati, bagaimana kalau sampah tersebut berserakan, bukankah begitu?
Pesan Yang Lemaknya Sedikit, Beda Steak Tenderloin dan Sirloin ?
Saat berjalan ke mall, penulis sering sekali tergoda untuk mampir ke tempat makan, mungkin karena bertepatan dengan jam isi perut. Aneka ragam pilihan yang tersedia bagus untuk variasi daripada I2 (Itu Itu) saja. Ada makanan Jepang, Western , Chinese ataupun makanan nusantara. Ketika melewati sebuah tempat makan, penulis teringat akan kenangan saat makan di sana. Kenangan ini bukan berupa kekecewaan terhadap layanan ataupun kualitas makanannya, namun banyak orang yang sepertinya salah memilih salah satu diantara duo pilihan yang ada di depan menu mereka.
Pilihan menu ini sering ditanyakan oleh konsumen, karena walaupun bersumber dari satu anggota badan namun memiliki nama yang berbeda. Terkadang harga yang ditawarkan pun relatif sama. Maka semakin membuat konsumen untuk bertanya apa sih perbedaan di antara dua ini? Apa sih menu ini?
Pilihan menu ini sering ditanyakan oleh konsumen, karena walaupun bersumber dari satu anggota badan namun memiliki nama yang berbeda. Terkadang harga yang ditawarkan pun relatif sama. Maka semakin membuat konsumen untuk bertanya apa sih perbedaan di antara dua ini? Apa sih menu ini?
Kegagalan Dalam Usaha Pertama Kali Itu..
Mencoba sesuatu yang baru adalah hal yang bagus. Apalagi jika hal yang baru tersebut dapat diaplikasikan pemanfaatannya bagi banyak orang. Mereka yang berada di zona nyaman tentu tidak akan memikirkan hal yang baru, dan sekalipun terpikir oleh mereka maka langkah konkret untuk mewujudkannya akan mendapat rintangan dari diri sendiri.
Akhir minggu ini penulis sedang mencoba hal yang baru. Walau sebenarnya aktivitas ini hanya selingan, daripada bengong lihat berita di media massa yang ada. Penulis mencoba untuk membuat sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain selain untuk dirnya sendiri. Hm... aktivitas seperti apa itu? Jawabannya adalah membuat dessert! Kedengarannya menarik bukan? Awalnya begitu, ternyata butuh perjuangan. Harap maklum, penulis sampai saat ini masih berpredikat juara di depan meja makan, belum terpikirkan oleh penulis untuk menjadi juara di belakang dapur.
Mengenal Kopi Arabica dan Robusta
Batu Kehidupan : Satu Jawaban Tidak Cukup Untuk Dunia
Satu per satu bongkahan batu dibongkar dan dibuang, lalu kembali dimasukannya dengan beberapa batu ke dalam keranjang. Adalah pemandangan yang biasa untuk menemukan hal seperti itu, namun tidak untuk kali ini, setidaknya ini yang dialami oleh remaja itu saat sekarang.
Dia menemukan banyak sekali batu beragam ukuran dan jenis yang dikeluarkan oleh orang orang itu, namun satu yang sama adalah batu yang dimasukkan ke dalam keranjangnya adalah batu dengan corak itu itu saja. Ada apa dengan batu bercorak itu? Apa gunanya batu itu? Apa keistimewaannya?
Awalnya tidak banyak orang yang mengambil batu bercorak itu, namun menjelang siang, keramaian makin menjadi jadi. Semakin banyak orang yang membuang isi barang dalam keranjang mereka dan menukarkannya dengan batu bercorak. Karena keingintahuannya, remaja itu mulai mencari batu bercorak tersebut. Ternyata tidak mudah menemukan batu seperti itu di sana, namun keberuntungan memang berada di pihak remaja itu, beberapa saat kemudian dia menemukannya.
Tidak ada yang aneh dengan batu itu. Batu itu sama dengan kebanyakan batu yang pernah ditemukannya. Namun, kenapa sekarang banyak orang yang berebut ingin memiliki batu tersebut? Bahkan beberapa orang membuang semua isi keranjangnya hanya untuk memasukkan semua batu seperti ini ke dalam keranjangnya.
Dia menemukan banyak sekali batu beragam ukuran dan jenis yang dikeluarkan oleh orang orang itu, namun satu yang sama adalah batu yang dimasukkan ke dalam keranjangnya adalah batu dengan corak itu itu saja. Ada apa dengan batu bercorak itu? Apa gunanya batu itu? Apa keistimewaannya?
Awalnya tidak banyak orang yang mengambil batu bercorak itu, namun menjelang siang, keramaian makin menjadi jadi. Semakin banyak orang yang membuang isi barang dalam keranjang mereka dan menukarkannya dengan batu bercorak. Karena keingintahuannya, remaja itu mulai mencari batu bercorak tersebut. Ternyata tidak mudah menemukan batu seperti itu di sana, namun keberuntungan memang berada di pihak remaja itu, beberapa saat kemudian dia menemukannya.
Tidak ada yang aneh dengan batu itu. Batu itu sama dengan kebanyakan batu yang pernah ditemukannya. Namun, kenapa sekarang banyak orang yang berebut ingin memiliki batu tersebut? Bahkan beberapa orang membuang semua isi keranjangnya hanya untuk memasukkan semua batu seperti ini ke dalam keranjangnya.
Batu Kehidupan : Batu besar dan batu kecil
Dalam perjalanan hidupnya, remaja ini sering dihadapi banyak pilihan akan batu yang ditemuinya. Kadang dia bisa menahan diri untuk tidak mengambilnya, namun sering kali dirinya tidak kuasa untuk mengambil dan menempatkannya ke dalam keranjang miliknya.
Satu batu tidaklah berat, namun jika terlalu banyak maka harus dipikul. Kenyataannya, banyaknya muatan akan sebanding dengan berapa banyak ruangan kosong dalam keranjang. Semakin kosong keranjang, makin banyak pula batu yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Begitulah yang dipikirkan oleh remaja itu.
Hingga pada pagi harinya, saat dirinya baru selesai menaruh beberapa batu di dalam keranjangnya, yang selalu dibawa seperti ransel, batu terakhir yang ada di tangannya tidak dapat dimasukkan. Setiap kali ditaruh di dalam keranjang, maka batu itu terlempar keluar saat dirinya baru melangkah beberapa kaki. Kali ini, ada apa gerangan?
Satu batu tidaklah berat, namun jika terlalu banyak maka harus dipikul. Kenyataannya, banyaknya muatan akan sebanding dengan berapa banyak ruangan kosong dalam keranjang. Semakin kosong keranjang, makin banyak pula batu yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Begitulah yang dipikirkan oleh remaja itu.
Hingga pada pagi harinya, saat dirinya baru selesai menaruh beberapa batu di dalam keranjangnya, yang selalu dibawa seperti ransel, batu terakhir yang ada di tangannya tidak dapat dimasukkan. Setiap kali ditaruh di dalam keranjang, maka batu itu terlempar keluar saat dirinya baru melangkah beberapa kaki. Kali ini, ada apa gerangan?
Pohon Bintaro, berbahayakah bagi kita ?
Penulis sering terkagum dengan keindahan bumi pertiwi di tanah air, dengan keberagaman hayati melebihi kawasan lain, tidaklah sulit untuk melihat pemandangan hijau di sekitar lingkungan kita. Terutama di kompleks perumahan, biasanya akan tersuguh aneka ragam tanaman agar terkesan hijau dan asri.
Kali ini tanaman yang akan kita sorot adalah Pohon Bintaro. Pohon ini banyak dijumpai di sudut kota maupun dalam kompleks perumahan, bahkan mungkin ada di kompleks di sekitar lingkungan pembaca. Bintaro (nama latin : Cerbera Manghas) banyak ditanam karena pohon ini tahan banting, kuat dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi. Dengan kemampuan tersebut, tak jarang banyak orang (tidak terkecuali instansi pertamanan) menggunakannya untuk budi daya penghijauan maupun sekedar menjadikannya pohon teduh.
Buah pada pohon ini sering disebut sebagai "Buah Pengusir Tikus", seperti apakah tanaman ini?
Kali ini tanaman yang akan kita sorot adalah Pohon Bintaro. Pohon ini banyak dijumpai di sudut kota maupun dalam kompleks perumahan, bahkan mungkin ada di kompleks di sekitar lingkungan pembaca. Bintaro (nama latin : Cerbera Manghas) banyak ditanam karena pohon ini tahan banting, kuat dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi. Dengan kemampuan tersebut, tak jarang banyak orang (tidak terkecuali instansi pertamanan) menggunakannya untuk budi daya penghijauan maupun sekedar menjadikannya pohon teduh.
Buah pada pohon ini sering disebut sebagai "Buah Pengusir Tikus", seperti apakah tanaman ini?
Powered by Blogger.



